Sembilan Alat Pelindung Diri yang Wajib Dibawa Jemaah Haji Selasa, 21/04/2026 | 13:57
Berkabarnews.com, Jakarta - Suhu udara di Arab Saudi saat musim haji bisa menembus angka 40 derajat celsius bahkan lebih, sementara kelembaban udaranya berada di bawah 50%. Kondisi ini sangat berbeda dengan Indonesia yang memiliki suhu rata-rata 33 hingga 35 derajat Celcius dengan kelembaban di atas 60%.
Tidak heran jika jemaah kerap tidak berkeringat meski kepanasan, padahal mekanisme berkeringat merupakan cara alami tubuh untuk mendinginkan diri. Situasi ini membuat penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
Berikut beberapa perlengkapan pelindung diri yang dianjurkan Kementerian Kesehatan dan otoritas haji untuk dibawa selama berada di tanah suci:
1. Payung
Payung menjadi pelindung utama dari paparan langsung sinar matahari, terutama saat berjalan kaki menuju lokasi ibadah. Penggunaan payung secara konsisten membantu mengurangi risiko kelelahan akibat panas dan heatstroke.
2. Kacamata
Intensitas cahaya matahari di Makkah dan Madinah cukup tinggi sepanjang hari. Kacamata berfungsi melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet sekaligus mengurangi silau yang dapat mengganggu aktivitas beribadah.
3. Masker medis
Kepadatan jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia meningkatkan potensi penularan penyakit saluran pernapasan. Masker juga membantu menyaring debu yang banyak bertebaran, terutama di sekitar kawasan Masjidil Haram.
4. Semprotan air
Botol semprot berisi air mineral menjadi solusi cepat untuk menjaga kelembaban kulit dan mencegah dehidrasi ringan. Alat ini sangat berguna ketika berada di luar ruangan dalam waktu lama.
5. Tas paspor
Tas kecil yang dipakai di leher atau pinggang ini berfungsi menyimpan dokumen penting seperti paspor, kalung kartu kesehatan jemaah haji (KKJH), obat-obatan pribadi, serta makanan ringan seperti kurma. Keamanan dokumen selama di tanah suci sangat krusial mengingat padatnya aktivitas dan kerumunan jemaah.
6. Alas kaki bertali belakang
Sandal atau sepatu dengan tali belakang sangat direkomendasikan agar alas kaki tidak mudah lepas saat berjalan jauh. Penting pula memastikan ukurannya pas agar tidak menimbulkan luka lecet, mengingat jemaah akan banyak berjalan kaki di atas permukaan jalan yang panas.
7. Tas tambahan
Tas kecil atau kresek digunakan untuk menyimpan sandal, pelembab kulit, lotion, serta perlengkapan kecil lainnya saat beribadah di dalam masjid.
8. Oralit
Cairan rehidrasi oral ini penting untuk mengantisipasi dehidrasi yang bisa terjadi kapan saja akibat paparan panas dan aktivitas fisik yang tinggi.
9. Pelembab atau lotion
Udara kering di Arab Saudi dengan kelembaban rendah dapat menyebabkan kulit pecah-pecah. Penggunaan pelembab secara rutin membantu menjaga kondisi kulit agar tetap sehat selama perjalanan ibadah.
Selain menggunakan APD, jemaah juga dianjurkan untuk menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan istirahat, dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar rangkaian ibadah haji.**/xie